| 0 comments ]


Calon ibu sehat, bayi pun sehat. Begitu kira-kira kalimat yang menggambarkan pentingnya asupan berkualitas saat hamil.

Setiap wanita pasti menginginkan hadirnya seorang anak yang sehat dan cerdas. Sehat tidaknya bayi yang dilahirkan salah satunya dipengaruhi oleh asupan gizi calon ibu sebelum dan saat ia hamil. Maka, tak salah jika orang bilang, “Your baby is what you eat. ”

Bukan tanpa alasan jenis makanan sangat berpengaruh terhadap perkembangan janin. Kekurangan nutrisi bisa menyebabkan tumbuh kembang janin menjadi terhambat dan akan melahirkan bayi dengan berat badan kurang dari 2500 gram atau berat badan lahir rendah (BBLR). Padahal, berat badan bayi waktu lahir sangat penting bagi daya tahan fisiknya.

Menurut Dr. Peni Hedi P., MKM (Gz) , selama masa kehamilan, kebutuhan kalori dan protein wanita hamil akan meningkat. “Komposisinya, 60 persen karbohidrat, 15 persen protein, dan sisanya lemak.”

Seorang wanita hamil membutuhkan tambahan energi sebesar 280-300 kalori dari kalori harian wanita tidak hamil, dengan range usia 25-45 tahun.

“Atau, sebesar 2250 kalori per harinya. Jadi, penambahan berat badan wanita hamil 0,5 kg per minggu merupakan sesuatu yang normal dan akan berlangsung hingga pertengahan trimester ketiga,” katanya.

Protein dan Kalori

Wanita hamil dengan berat badan kurang akan membutuhkan penambahan kalori yang lebih besar.

Energi ini bisa diperoleh dari karbohidrat dan lemak yang merupakan sumber energi. Ekstra kalori juga dapat diperoleh dari bahan makanan seperti ikan, telur, daging, unggas, susu dan produk olahan susu. Makanan sumber karbohidrat bisa diperoleh dari nasi, kentang, jagung, roti, singkong dan sejenisnya, sementara lemak dari minyak santan, kacang-kacangan yang gurih, margarin dan sebagainya.

Selain kalori, protein juga sangat penting. Protein merupakan zat utama untuk membangun jaringan bagian tubuh. Seiring perkembangan dan pertumbuhan janin, kebutuhan protein pada waktu hamil pun meningkat. Kekurangan protein dalam makanan yang dikonsumsi seorang wanita hamil bisa berakibat bayi lahir lebih kecil dari normal. Kekurangan tersebut juga mengakibatkan pembentukan air susu ibu dalam masa laktasi kurang sempurna.

Sumber zat protein yang berkualitas tinggi misalnya susu. Susu merupakan minuman yang berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan wanita hamil terhadap zat gizi karena mengandung protein, kalsium, fosfor, vitamin A, serta vitamin BI dan B2. Sumber lain misalnya daging, ikan, unggas, telur, kacang-kacangan, tahu, tempe, dan sebagainya.

Wajib Sarapan

Lantas, pola makan seperti apa yang perlu diperhatikan selama masa kehamilan? “Pola makan wanita hamil sebetulnya tidak terlalu banyak berbeda dengan sebelum hamil, yaitu 3 kali makan utama, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam, disertai 2-3 kali snack time ,” jelas pendiri Prima Diet Catering ini melanjutkan.

Sarapan merupakan pola makan yang sangat penting. Sayangnya, lesu dan mual menyerang wanita hamil pada pagi hari. Ini disebabkan oleh menurunnya kadar gula pada pagi hari karena perut kosong berjam-jam. Jadi, hindari makanan yang mengandung asam (misalnya jeruk) dan makanan berlemak.

Peni melanjutkan, jenis makanan yang disarankan dan tidak disarankan sangat tergantung kondisi ibu hamil. “Yang penting, semua asupan gizi terpenuhi. Secara umum, ibu hamil sebaiknya menghindari makanan yang diawetkan, karena kandungan zat aditif yang ada di dalamnya bisa berbahaya bagi janin,” ujarnya.

Perlukah Susu Hamil?

Seringkali, wanita hamil menemui kesulitan memenuhi kebutuhan gizinya karena rasa mual yang kerap mendera.

Salah satu solusinya adalah dengan mengonsumsi susu hamil. "Susu hamil mengandung beberapa zat gizi yang dibutuhkan, seperti asam folat, FOS (frukto-oligosakarida), GOS (galakto-oligosakarida), kalsium, protein, lemak, dan sebagainya," kata Hersanti Sulistyaningrum S.Gz. Ada pula yang ditambahkan formula anti hiperemesis yang dapat mencegah terjadinya hiperemesis (mual dan muntah berlebih). Namun tentu saja, bukan berarti menggantikan makanan padatnya.

Susu hamil yang sudah difortifikasi (ditambahkan) dengan zat-zat tambahan ini sangat bermanfaat membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu yang akan berpengaruh pada pertumbuhan janin. Folat sangat berguna dalam pembentukan organ janin. Kandungan FOS dan GOS membantu memperlancar pencernaan dan penyerapan (termasuk mengurangi sembelit yang terjadi pada ibu hamil). Selain itu FOS dan GOS juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.

Mitos Makanan Tak Baik

Air Es

Air dingin atau air es katanya bisa bikin bayi besar. Padahal mengonsumsi air dingin saat hamil tidak berhubungan dengan janin besar. Yang benar, ibu hamil disarankan mengurangi konsumsi air dingin berlebihan, karena dapat memperlambat proses pencernaan makanan. Pasalnya, tubuh mengeluarkan energi untuk membuat suhu air dingin sama dengan suhu tubuh. Akibatnya, zat gizi tidak seluruhnya disimpan dan diserap tubuh, namun ada yang terbuang untuk aktivitas penstabilan suhu tadi.

Durian

Buah durian disebut tidak baik bagi wanita hamil jika dikonsumsi terlalu banyak. Alasannya, buah durian yang mengandung alkohol dapat mengakibatkan berat badan lahir (bayi) rendah dan mempengaruhi psikis bayi. Jika ibu hamil banyak mengonsumsi makanan maupun meminum minuman beralkohol, peluang melahirkan anak yang temperamental semakin besar. Jadi, boleh saja makan durian, namun tidak dalam jumlah yang berlebihan.

Makanan Setengah Matang

Mengonsumsi makanan setengah matang, apalagi mentah, sangat tidak dianjurkan pada wanita hamil. Sebab pada makanan setengah matang, seperti telur dan daging merah, dikhawatirkan terdapat bakteri yang belum mati seperti salmonella, e.coli dan toksoplasma. Ketiga bakteri ini dapat masuk dan menembus plasenta serta menginfeksi janin, sehingga dapat menyebabkan keguguran serta kelainan pada janin.

Yang Boleh dan Tidak Boleh

Makanan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan

Makanan berkalori tinggi yang mengandung banyak gula dan lemak, sehingga kurang mengandung zat gizi.

Minuman bersoda dan beralkohol.

Minuman dengan kadar kafein tinggi seperti kopi.

Makanan yang dimasak setengah matang atau sayuran mentah, karena potensi mikroba yang ada di dalamnya.

Camilan sehat bagi wanita hamil:
Buah-buahan
Cracker (jangan terlalu asin)
Yoghurt
Keju low fat
Roti gandum
Macaroni schotel/pastel pang­gang

Sumber : Nova

Read More...

| 0 comments ]

Pelaksanaan UN 2011 secara umum berjalan lancar. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) membeberkan, secara keseluruhan prosentase hasil kelulusan pada satuan pendidikan SMA/MA pada tahun ajaran 2010-1011 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun ajaran sebelumnya.

Dari seluruh 1.461.941 peserta UN SMA/MA, 1.450.498 atau 99.22 persen siswa lulus, sementara 11.443 atau 0.78 persen siswa lainnya dinyatakan tidak lulus.

Pada tahun ajaran sebelumnya (2009-2010), dari 1.522.195 peserta yang mengikuti ujian nasional, yang lulus hanya 1.368.938 atau 89.93 persen, dan 153.257 atau sama dengan 10.07 persen lainnya tidak lulus.

Merujuk pada data di atas, hasil kelulusan nasional satuan pendidikan SMA mengalami kenaikan sekitar lebih dari sembilan persen.

Berikut adalah ringkasan perbandingan siswa lulus dan tidak lulus menurut jurusan pada satuan pendidikan SMA/MA tahun ajaran 2010/2011. Jurusan IPA dengan jumlah peserta 627.859 siswa, 625.924 atau 99.69 persen siswa lulus dan siswa yang tidak lulus sebanyak 1.935 atau 0.31 persen.

Untuk jurusan IPS jumlah pesertanya 34.358, yang lulus sebanyak 33.860 atau 98.55 persen dan 498 siswa tidak lulus atau 1.45 persen. Sedangkan untuk jurusan Bahasa, dari 8.782 jumlah peserta, 8.610 atau 98.04 persen siswanya lulus, dan 172 atau 1.96 siswanya tidak lulus.

Khusus untuk jurusan Agama dengan jumlah peserta terbanyak, dari 790.942 jumlah peseta, 782.104 atau sama dengan 98.88 persen siswanya lulus dan sebanyak 8.838 atau sama dengan 1.12 persen siswa lainnya dinyatakan tidak lulus.

Nah semua itu tentunya kabar baik dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Menurut hemat kami angka kelulusan itu naik, pertama karena sosialisasi UN yang baik dari Pemerintah, kedua karena para siswa rajin berlatih soal-soal Ujian Nasional. Kami berpendapat bahwa banyak siswa yang memanfaatkan Latihan UN dari Situs Ujian Nasional ini. Dengan dasar pemikiran semacam itu kami berusaha kembali untuk memberikan Latihan Soal UN 2012 atau Prediksi Soal Ujian Nasional 2012 kepada para siswa di semua tingkat dan jenjang pendidikan. Silakan Anda manfaatkan Latihan Soal UN 2012, semoga para siswa SD/MI, SMK, SMP/MTs, SMA/MA, dan Program Kejar Paket A, B, dan C dapat lebih sukses daripada kakak-kakak kalian, Amin Yaa Rabbal Alamin. Selamat Berlatih kami berharap Anda sukses!


Download Latihan Soal UN 2012



  1. Latihan Soal UN 2012 Paket 1 - dari situs Enersi.com silakan ambil disini

  2. Latihan Soal UN 2012 Paket 2 - dari situs Ujiannasional.org silakan ambil disini

  3. Latihan Soal UN 2012 Paket 3 - dari situs Pmdk.org silakan ambil disini

  4. Latihan Soal UN 2012 Paket 4 - dari situs Sd.web.id silakan ambil disini

  5. Latihan Soal UN 2012 Paket 5 - dari situs Sma.web.id silakan ambil disini

  6. Latihan Soal UN 2012 Paket 6 - dari situs Smp.web.id silakan ambil disini

  7. Latihan Soal UN 2012 Paket 7 - dari situs Snmptn.or.id silakan ambil disini

  8. Latihan Soal UN 2012 Paket 8 - dari situs Uasbn.org silakan ambil disini

  9. Latihan Soal UN 2012 Paket 9 - dari situs Ujian.org silakan ambil disini

  10. Latihan Soal UN 2012 Paket 10 - dari situs Ujian-nasional.com silakan ambil disini


Apabila Anda mendapatkan masalah di situs yang bersangkutan silakan Anda untuk mengunjungi panduan mendapatkan latihan soal UN 2012 tersebut sesuai situs yang Anda pilih, disini
Read More...

| 0 comments ]

Minister of National Education (Education Minister) M Noah explains, each packet about the National Exam (Unas) to levels of Primary School (SD), 25 percent of the questions set by the National Education Standards Agency (BSNP). While 75 percent established by the organizers Unas about the provincial level based on the lattice about Unas 2010-2011 school year set the school.

"From the whole matter contained in the manuscript about UASBN SD, 25 percent set by the lattice-kisinya BSNP, and the rest left to the school, namely the teachers," the minister said when met after work Rapar (Raker) together with Commission X of the House of Representatives of Indonesia, Jakarta, Monday (17 / 1).

Download Links Latihan Soal UN SD 2011



In addition, the former rector Ten November Institute of Technology (ITS) also said, organizers UASBN for SD / Government Elementary School (MI) at the provincial level, are obliged to report the results of Unas primary and SDLB to Kemdiknas and BSNP. "At least, not later than two months after the announcement of Unas," added the minister.

For the implementation of Unas SMP / Madrasah Tsanawiyah (Mts), continued the minister, the participants declared passed by the educational unit based on junior high school grades / madrassas. "Problem test for SMP / Mts BSNP have on hand," he said.

The minister said the value of graduation used is fixed and in accordance with the agreed new formula. Namely, the passing score is a combination of test scores, writing or other forms of semester report cards and the value of 1,2,3,4, and 5 with a weighting of 60 percent to the value of a written test or other form and 40 percent for the average value of report cards.

Furthermore, for the determination of levels of high school graduation and vocational / Madrasah Aliyah (MA) is a combination of indigo written test, or other forms of semester report cards and value rata_rata 3,4 and 5. According to him, it is because the level of SMA / SMK / MA no majors. "For this, the value should be sent to the center before the implementation of Unas," explained the minister.
Read More...

| 0 comments ]

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menjelaskan, setiap paket soal Ujian Nasional (Unas) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), 25 persen soal ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sedangkan 75 persen soal ditetapkan oleh penyelenggara Unas tingkat provinsi berdasarkan kisi-kisi soal Unas tahun pelajaran 2010-2011 yang ditetapkan sekolah.

“Dari keseluruhan soal yang terdapat di naskah soal UASBN SD, 25 persennya kisi-kisinya ditetapkan oleh BSNP, dan sisanya diserahkan kepada sekolah, yakni para guru,” ungkap Mendiknas ketika ditemui usai rapar kerja (Raker) bersama Komisi X DPR RI, Jakarta, Senin (17/1).

Selain itu, mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) ini juga mengatakan, penyelenggara UASBN untuk SD /Madrasah Ibtidaiyah (MI) di tingkat provinsi, wajib untuk melaporkan hasil Unas SD/MI dan SDLB ke Kemdiknas dan BSNP. “Setidaknya, paling lambat dua bulan setelah pengumuman Unas,” imbuh Mendiknas.

Untuk pelaksanaan Unas jenjang SMP/ Madrasah Tsanawiyah (Mts), lanjut Mendiknas, peserta dinyatakan lulus oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan nilai sekolah SMP/Madrasahnya. “Soal ujian untuk SMP/Mts ada di tangan BSNP,” tandasnya.

Mendiknas menambahkan, nilai kelulusan yang digunakan adalah tetap dan sesuai dengan formula baru yang telah disepakati. Yakni, nilai kelulusan adalah gabungan antara nilai ujian tulis atau bentuk lain dan nilai raport semester 1,2,3,4, dan 5 dengan pembobotan 60 persen untuk nilai ujian tulis atau bentuk lain dan 40 persen untuk nilai rata-rata raport.

Selanjutnya, untuk penentuan nilai kelulusan jenjang SMA/SMK/ Madrasah Aliyah (MA) adalah gabungan dari nila ujian tulis, atau bentuk lain dan nilai rata_rata rapor semester 3,4 dan 5. Menurutnya, hal itu dikarenakan pada jenjang SMA/SMK/MA ada penjurusan. “Untuk ini, nilai harus dikirim ke pusat sebelum pelaksanaan Unas,” terang Mendiknas.
Read More...

| 0 comments ]

NATIONAL EXAM (UN) equals the high school level which will be held in April 2011 no longer be the sole determinant of graduation.

For assessment of the successful completion of the education unit (school) will take into account the results of examination and test results School (U.S.) with a weight of 40 percent U.S. and 60 percent passing the national examination. Good news was rumored Kadisdik Sumut Drs. Syaiful Syafri MM told reporters on Sunday (15 / 1) quoted the minister's decision related to the implementation of the UN this year, having been in effect since 2005. Explained the national exam results will be used as one of the considerations for mapping quality programs and education units, the basis of selection into the next education level, the determination of graduation students of programs and education units as well as development and provision of assistance to units of education in an effort to improve the quality of education.

Decree of the Minister of Education about the UN's latest, on one side certainly deserved welcomed not only for students, especially among high school students are equal, but also among parents and educators. On the other hand are expected kepmendiknas it as an addition to the new spirit, especially for students as well as the various parties involved to be more motivated to jointly improve the quality of education, especially for high school students in this area. Not the other way because it feels a bit "airy" students and school finally and various other related parties back asleep which resulted in a deterioration of quality of education in this country. The change related to the implementation of UN policy in the high school level are expected to equal it also applies equally to the implementation of the national examination for junior high school student elementary school pupils are equal and the UN are equal.

Kepmendiknas publication of this of course after evaluation of UN secretary throughout Indonesia. Based on the evaluation was ultimately concluded that the condition of schools throughout Indonesia still vary widely, so can not be equated averaged. Both of the schools located in urban and rural, and therefore concluded that the UN can not be used solely as a determinant of graduation, but must be integrated with school test scores and teacher assessments. In addition, the emergence kepmendiknas also to answer the student unrest and walimurid that always comes up every year during the implementation of UN and answer the various criticisms and its pro cons in the community.

Various policies, programs and new educational system offered by the government of course can not be separated from efforts to promote education in the country. It's the fact, that to this day the quality of education is still very far behind compared to countries that are developing, especially in the scope of the ASEAN countries. Based on the survey of political and economic Risk (PERC), the quality of education in Indonesia was ranked 12th of 12 countries in Asia. Sadder still was the position of Indonesia is under Vietnam.Memprihatinkan again, the survey results in 2007 World Competitiveness Year Book describes our educational competitiveness of 55 countries surveyed Indonesia was ranked 53. Impact of low quality of education in Indonesia that turned out to indirectly influence the various sides of life in this country.

Therefore, the government hopes through the UN to improve the quality of education in the country, despite the challenge and then received strong criticism in the midst of implementation. With the commencement of a new model in the implementation of the upcoming UN, is expected to improve our education system. Thus, the ideals to uplift the quality of education in Indonesia as well as align with the developed countries could be achieved. Of course, without compromising the ongoing education in areas that are still not able to keep up the quality of urban education in the average educational level of their students has increased considerably. With the advent of this kepmendiknas we also hope that the long debate related to the implementation of UN should be discontinued, replaced by the spirit of improving the quality of education in the country.
Read More...

| 0 comments ]

UJIAN NASIONAL (UN) tingkat SMA sederajat yang akan dilaksanakan pada April 2011 mendatang tidak lagi jadi satu-satunya penentu kelulusan.

Sebab penilaian kelulusan dari satuan pendidikan (sekolah) nantinya memperhitungkan hasil UN serta hasil Ujian Sekolah (US) dengan bobot 40 persen US dan 60 persen kelulusan UN. Berita gembira itu dikabarkan Kadisdik Sumut Drs. Syaiful Syafri MM kepada wartawan, Minggu (15/1) mengutip keputusan Mendiknas terkait pelaksanaan UN tahun ini, setelah diberlakukan sejak 2005 lalu. Dijelaskan hasil ujian nasional tersebut akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu program dan satuan pendidikan, dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, penentuan kelulusan peserta didik dari program dan satuan pendidikan serta pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidkan dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Keputusan terbaru Mendiknas tentang UN itu, disatu sisi tentunya pantas disambut gembira bukan saja bagi kalangan anak didik terutama siswa SMA sederajat, tapi juga kalangan orangtua serta pendidik. Di sisi lain diharapkan kepmendiknas itu sebagai penambah semangat baru, terutama bagi anak didik maupun berbagai pihak terlibat agar lebih termotivasi untuk secara bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya bagi siswa SMA di daerah ini. Bukan sebaliknya karena sudah merasa agak "lapang" akhirnya anak didik maupun sekolah serta berbagai pihak terkait lainnya kembali terlena yang berdampak terhadap kemerosotan mutu pendidikan di negeri ini. Adanya perubahan kebijakan terkait pelaksanaan UN di tingkat SMA sederajat itu diharapkan juga berlaku sama bagi pelaksanaan UN untuk pelajar SMP sederajat serta UN murid SD sederajat.

Terbitnya kepmendiknas ini tentunya setelah menteri melakukan evaluasi UN di seluruh Indonesia. Berdasarkan evaluasi itu akhirnya disimpulkan kalau kondisi sekolah di seluruh Indonesia masih sangat bervariasi, hingga tidak bisa disama-ratakan. Baik terhadap sekolah-sekolah yang berada di perkotaan maupun di pedesaan, karenanya kemudian disimpulkan bahwa hasil UN tidak bisa digunakan semata-mata sebagai penentu kelulusan,melainkan harus diintegrasikan dengan nilai ujian sekolah dan penilaian guru. Selain itu munculnya kepmendiknas itu juga untuk menjawab keresahan siswa maupun walimurid yang selalu muncul setiap tahun saat pelaksanaan UN serta menjawab berbagai kritikan dan sikap pro kontra di tengah masyarakat.

Berbagai kebijakan, program dan sistem pendidikan baru yang ditawarkan pemerintah tentunya tidak terlepas dari upaya untuk memajukan dunia pendidikan di tanah air. Hal itu mengingat kenyataan, bahwa hingga hari ini kualitas pendidikan kita masih sangat jauh tertinggal dibandingkan negara-negara yang sedang berkembang, terutama di lingkup negara-negara ASEAN. Berdasarkan survey political and economic Risk (PERC) kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Menyedihkan lagi ternyata posisi Indonesia berada di bawah Vietnam.Memprihatinkan lagi, hasil survey tahun 2007 World Competitiveness Year Book memaparkan daya saing pendidikan kita dari 55 negara yang disurvey Indonesia berada pada urutan 53. Dampak rendahnya mutu pendidikan Indonesia itu secara tidak langsung ternyata ikut mempengaruhi berbagai sisi kehidupan di negeri ini.

Oleh karenanya pemerintah berharap melalui UN dapat meningkatkan mutu pendidikan di tanah air, meski kemudian mendapat tantangan dan kritikan keras di tengah-tengah pelaksanaanya. Dengan dimulainya model baru dalam pelaksanaan UN mendatang, diharapkan dapat menyempurnakan sistem pendidikan kita. Dengan demikian, cita-cita ingin mengangkat derajat sekaligus mensejajarkan kualitas pendidikan Indonesia dengan negara-negara maju bisa dicapai. Tentunya tanpa mengorbankan pendidikan yang sedang berlangsung di daerah-daerah yang masih belum mampu mengimbangi kualitas pendidikan di perkotaan yang rata-rata tingkat pendidikan anak didiknya sudah mengalami kemajuan pesat. Dengan munculnya kepmendiknas ini kita juga berharap perdebatan yang panjang terkait pelaksanaan UN harus dihentikan, berganti dengan semangat meningkatkan mutu pendidikan di tanah air.
Read More...

| 0 comments ]

Istilah Ujian Nasional terdiri dari 2 (dua) kata gabung yakni Ujian dan Nasional. Ujian mempunyai arti tes, yakni sejenis penilaian yang dimaksudkan untuk mengukur pengetahuan tes-taker itu, keterampilan, bakat, kebugaran fisik, atau klasifikasi dalam topik lain (misalnya, keyakinan). Sedangkan term Nasional menunjuk pada suatu kelompok manusia yang dianggap memiliki identitas bersama, dan mempunyai kesamaan bahasa, agama, ideologi, budaya, dan/atau sejarah. Mereka umumnya dianggap memiliki asal-usul keturunan yang sama.

Dalam aplikasinya di sekolah-sekolah di Indonesia istilah Ujian Nasional mengacu pada suatu sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Kemdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.


Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan, kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting.



Ujian Nasional (UN) digelar untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil UN digunakan sebagai:

1. Pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;
2. Dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya;
3. Penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan; dan
4. Dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Peserta UN merupakan siswa yang telah berada pada tahun terakhir di SMP, MTs, SMPLB, SMA, MA, SMALB, atau SMK. Peserta juga memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada SMP, MTs, SMPLB, SMA, MA, SMALB, atau SMK mulai semester I tahun pertama hingga semester I tahun terakhir.

Mereka yang memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara atau berpenghargaan sama dengan ijazah dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah, atau memiliki bukti kenaikan kelas dari kelas III ke kelas IV untuk siswa Kulliyatul-Mu’alimin Al Islamiyah (KMI)/Tarbiyatul-Mu’alimin Al Islamiyah (TMI) yang pindah ke SMA/MA atau SMK.

Standar Kelulusan Ujian Nasional

1. Memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Khusus untuk SMK, nilai praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN; dan
2. Pemerintah Kabupaten/Kota dan atau satuan pendidikan dapat menetapkan standar kelulusan UN lebih tinggi dari criteria tersebut sebelum pelaksanaan UN.

Mata Pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional

Untuk UN SMA/MA mata ujian terdiri dari :

Program IPA

Matematika,
Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris,
Kimia,
Biologi, dan
Fisika

Program IPS

Matematika,
Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris,
Sosiologi,
Geografi, dan
Ekonomi

Program Bahasa

Matematika,
Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris,
Bahasa Asing lain yang diambil,
Sejarah Budaya/Antropologi, dan
Sastra Indonesia

Program Keagamaan

Matematika,
Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris,
Ilmu Tafsir,
Ilmu Hadis, dan
Ilmu Kalam.

Untuk UN SMK mata ujian terdiri dari :


Matematika,
Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris,
Teori Kejuruan, dan
Praktek Kejuruan

Untuk Tingkatan SMP/MTS diujikan seperti :

Matematika,
Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris,
IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Sedangkan untuk Tingkatan SD/MI diujikan seperti :

Matematika,
Bahasa Indonesia,
IPA,

Kiat Sukses Ujian Nasional untuk Guru Pembimbing

Setiap tahun pelaksanaan UN memang selalu menjadi pembicaraan hangat bahkan kontroversi karena masih terdapat tindak kecurangan atau penyelewengan dalam pelaksaanaan UN, misalnya jual-beli soal atau jawaban yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Polemik makin berkepanjangan ketika banyak siswa yang tidak lulus UN, apalagi siswa-siswa yang tidak lulus tersebut adalah siswa-siswa yang berprestasi di sekolahnya.

Nilai UN yang dijadikan sebagai kunci apakah siswa lulus atau tidak setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun memang menjadi hal yang dilematis bagi sekolah dan dinas yang terkait. Di satu sisi, ini merupakan sebuah program dalam meningkatkan kualitas kompetensi lulusan. Namun, di sisi lain, bila input siswa yang dimiliki kemampuannya minim, ditambah fasilitas yang kurang memadai dan kondisi-kondisi lainnya yang kurang menunjang untuk peningkatan kualitas siswanya, maka kekhawatiran akan hasil UN yang mengakibatkan banyaknya siswa tidak lulus adalah sangat beralasan.

Banyaknya siswa yang tidak lulus akan memengaruhi kredibilitas sekolah di mata masyarakat yang akan berdampak pada menurunnya minat orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Alhasil sekolah pun harus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan hasil UN. Di antara sekian strategi yang bisa dilakukan adalah, pertama, meningkatkan motivasi siswa. Motivasi adalah dorongan yang ada dalam diri seeorang. Bila seseorang memiliki motivasi tinggi maka seberat apa pun tantangan yang ada di hadapannya akan mampu ia atasi. Karena itu, menumbuhkan motivasi yang tinggi di siswa adalah langkah awal yang harus dilakukan.

Tentu saja tidak mudah untuk menumbuhkan motivasi atau gairah belajar yang tinggi di siswa ini. Diperlukan pendekatan khusus, mungkin bisa dimulai dengan pengklasifikasian siswa dari siswa yang memiliki high motivation sampai yang low motivation, lalu dibuat progress report-nya.

Lakukan proses penanganan per siswa, terutama yang memiliki motivasi belajar kurang sampai kemudian motivasi belajarnya itu muncul. Pendekatan psikologis secara personal di luar jam pelajaran dengan suasana yang rileks dan nyaman perlu dilakukan sehingga ada kedekatan dan keterbukaan antara siswa dan guru.

Strategi kedua, mengubah sistem pembelajaran. Sistem pembelajaran dalam menghadapi UN tentu saja harus berbeda dengan sistem pembelajaran sehari-hari. Selain pemberian materi juga diadakan pembahasan soal-soal, bahkan setiap akhir minggu atau akhir bulan sebaiknya dilakukan try out untuk mengukur sampai di mana kompetensi yang telah dikuasai siswa.

Pembelajaran akan lebih mudah kalau menggunakan sistem kerja tim untuk guru dan sistem kelompok belajar untuk siswa. Kelompok siswa ditentukan oleh nilai hasil try out. Siswa yang mendapat nilai di atas standar disatu-kelompokkan dan yang kurang dibuat kelompok yang lain. Dampak negatifnya siswa yang dalam kelompok kurang akan merasa tersisih, tapi ini bisa disiasati dengan memberikan dukungan dan motivasi bahwa mereka mampu dan mereka pun dituntut untuk masuk ke kelompok yang mendapat nilai bagus. Pembuatan kelompok ini dilakukan untuk mempermudah pembahasan terhadap materi pelajaran yang tidak di kuasai siswa.

Ketiga, meminta dukungan dari orang tua siswa. Sekolah harus terus berkoordinasi dengan orang tua mengenai program-program dalam mempersiapkan UN. Diharapkan partisipasi orang tua secara aktif dalam membantu anak-anaknya terutama dalam pemberian motivasi dan pengawasan belajar di rumah.

Keempat, berdoa. Doa merupakan perwujudan permohonan seseorang kepada Allah agar diberi kemudahan. Efek dari doa juga melahirkan ketenangan dan ketawakalan. Ini penting karena dalam persiapan dan pelaksaan UN kondisi ketenangan berpengaruh dalam proses pengisian soal. Karena itu, dorong siswa agar lebih memperbanyak doa.

Mudah-mudahan dengan langkah-langkah di atas pelaksanaan UN memberikan pelajaran yang berharga bagi siswa, tidak hanya mendapat nilai yang sesuai dengan standar kelulusan, tapi juga merasakan bagaimana sikap harus bekerja keras untuk memperoleh sesuatu dan juga meningkatkan sikap takwa.

Terlepas dari itu, menurut penulis sebaiknya kelulusan seorang siswa tidak hanya ditentukan oleh nilai UN yang hanya diwakili oleh beberapa mata pelajaran. Alangkah lebih baiknya kalau kelulusan ditentukan melalui beberapa indikator, di antaranya hasil nilai UN, nilai rata-rata akhir semua mata pelajaran, prestasi ekstrakurikuler, dan sikap siswa baik secara mental maupun perilaku. Semoga pendidikan kita bisa menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

UN bukan Ukuran Keberhasilan Pendidika
n

Ujian Nasional (UN) cenderung dipahami secara salah oleh para orang tua, kepala sekolah, dan pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan. Hal ini termanifestasikan dari banyaknya orang yang berlomba-lomba mengondisikan anaknya atau siswa sekolah agar meraih nilai bagus dalam UN. Padahal sesungguhnya nilai bagus dalam UN bukanlah jaminan yang layak dijadikan ukuran bagi keberhasilan pendidikan. Selama ini terjadi “salah persepsi” secara nasional terhadap kegiatan UN. Akibat salah persepsi itu, maka target UN pun menjadi beban para siswa, guru, dan kepala sekolah. Tingkat kelulusan dan nilai bagus UN seolah-olah cerminan kinerja pimpinan sekolah yang baik. Padahal bagus atau tidaknya kepimpinan sekolah tidak hanya itu.

Fenomena UN adalah gambaran kepanikan para kepala sekolah dan guru serta pihak terkait lainnya. Ini tercermin dari adanya berbagai upaya agar siswanya meraih nilai bagus dalam UN. Jika nilainya bagus, maka diharapkan ada penilaian bagus pula dari atasannya. Seandainya penyelenggaraan pendidikan khususnya pola UN masih seperti ini, kita pesimistis terhadap kemajuan program pendidikan nasional.
Read More...

| 0 comments ]

Dinas Pendidikan Kota Gorontalo menyatakan bahwa penghapusan Ujian Nasional (UN) pada 2011 mendatang baru sebatas wacana. Sampai saat ini belum ada informasi yang jelas terkait penghapusan tersebut.

Kepala Seksi Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Dinas pendidikan Kota Gorontalo, Suleman Abdullah mengatakan, keputusan Mahkamah Agung (MA) menilai UN selama ini sarat masalah sehingga perlu ditinjau ulang oleh Pemerintah. Dengan demikian, UN tidak berarti segera dihapuskan.

"Namun kami belum mendapatkan informasi yang jelas, sehingga pelaksanaan UN tetap dipersiapkan," kata Suleman, Senin (6/12/2010).

Menurutnya, UN tetap dianggap oleh pemerintah sebagai salah satu tolak ukur penilaian keberhasilan pendidikan. Untuk itu, pihaknya tengah mempersiapkan pelaksanaan UN sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan Nasional saat ini dengan melakukan pertemuan rutin bersama guru-guru di kota tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan tetap mendukung pelaksanaan ujian nasional (UN) 2011 dengan syarat tidak menjadi penentu mutlak kelulusan siswa. Untuk itu, Komisi X DPR memberi waktu pada Kementerian Pendidikan Nasional dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk merumuskan formula baru UN yang tidak memveto kelulusan siswa sebelum masa sidang DPR berakhir pada pertengahan Desember ini.
Read More...